Kenapa Warteg Harus Tetap "Begitu-begitu Aja"?
Pertanyaan sederhana ini muncul sekitar 10 tahun lalu, ketika tim kami mengamati: jutaan orang Indonesia mengandalkan warteg sebagai sumber makanan harian, tapi pengalamannya sering jauh dari ideal. Kotor, panas, antri tidak teratur, dan kualitas yang inkonsisten.
Kami percaya warteg punya posisi spesial dalam ekonomi Indonesia — bukan sekadar tempat makan, tapi tulang punggung penyedia gizi harian untuk pekerja, mahasiswa, dan jutaan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Maka kami memulai eksperimen: bagaimana kalau warteg dikelola dengan standar operasional modern, tapi tetap menjaga jiwa kerakyatan-nya? Hasilnya: Warteg Karunia Bahari — bersih, murah, enak. Tanpa kompromi.